Profil Kami

Direktorat Bisnis Dan Dana Lestari USK dilaksanakan berdasarkan Peraturan Rektor Nomor 1 Tahun 2023 yang tugas pokok dan fungsinya dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Rektor Nomor 44 Tahun 2023.


Sekilas tentang Dana Lestari USK:

Kontribusi perguruan tinggi sebagai pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa diwujudkan melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk mengoptimalkan tridarma tersebut, dibutuhkan sinergi yang kuat antara universitas, sivitas akademika, alumni, donatur, serta masyarakat luas melalui partisipasi aktif dalam mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi.


Partisipasi nyata masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menciptakan akses pendidikan yang lebih merata, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan daya saing universitas. Universitas Syiah Kuala melalui Direktorat Bisnis dan Dana Lestari menghadirkan berbagai program strategis yang dikelola secara berkelanjutan, profesional, dan transparan.

Program-program utama yang dijalankan meliputi:

  • Dana Lestari (endowment fund), yang dikelola secara investasi untuk menjamin keberlangsungan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun kurang mampu.
  • Dana Donasi, yang disalurkan secara langsung untuk mendukung pendidikan, penelitian, pengabdian, serta pembangunan fasilitas kampus.
  • USK Peduli, program kepedulian sosial bagi sivitas akademika dan masyarakat yang terdampak musibah atau kondisi darurat.
  • Dana Kreasi, bentuk pendanaan yang mendorong pengembangan unit bisnis produktif di lingkungan kampus demi mewujudkan kemandirian finansial universitas.
  • Bakti Alumni dan Forum Inspirasi Alumni, wadah kolaborasi yang memperkuat kontribusi alumni dalam pembangunan universitas sekaligus menjadi ruang berbagi inspirasi dengan mahasiswa.


VISI :

“Menjadi lembaga pengelola dana berkelanjutan yang unggul, profesional, transparan, dan akuntabel dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan tinggi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pembangunan sosial-ekonomi berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang berintegritas dan berbasis digitalisasi modern, Dana Lestari USK hadir untuk mewujudkan Universitas Syiah Kuala sebagai universitas yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing global”.


Visi ini bukan hanya sekadar cita-cita, melainkan komitmen nyata dalam membangun fondasi kemandirian universitas. Dana Lestari USK ingin menghadirkan sistem pendanaan yang mampu menopang perkembangan akademik, memperkuat riset yang bermanfaat bagi masyarakat, dan mendorong lahirnya solusi atas tantangan sosial maupun ekonomi, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

MISI : 


  1. Memperluas akses pendidikan dengan memberikan dukungan pembiayaan, beasiswa, dan bantuan kuliah bagi mahasiswa berprestasi maupun kurang mampu, demi melahirkan generasi unggul dan berdaya saing.
  2. Mengembangkan kepedulian sosial universitas melalui program kemanusiaan seperti USK Peduli, yang hadir untuk membantu sivitas akademika dan masyarakat dalam menghadapi musibah, bencana alam, maupun kondisi darurat lainnya.
  3. Memperkuat jejaring dan kontribusi alumni melalui program Bakti Alumni serta Forum Inspirasi Alumni, yang menjadi ruang kolaborasi antara alumni, mahasiswa, dan universitas untuk saling berbagi pengalaman, meningkatkan motivasi, serta membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
  4. Mengoptimalkan peran serta dosen, alumni, dan donatur di tingkat fakultas maupun pascasarjana dalam pengelolaan Dana Lestari, guna memastikan keberlanjutan program akademik, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang berlandaskan integritas, profesionalisme, dan keadilan.
  5. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana melalui penerapan sistem digitalisasi modern berbasis host to host, sehingga proses pendanaan lebih efisien, transparan, dan memperkuat kepercayaan donatur, alumni, serta masyarakat terhadap Universitas Syiah Kuala.
  6. Menghadirkan universitas yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemandirian ekonomi, serta peran aktif dalam menciptakan perubahan positif bagi pembangunan daerah, nasional, dan internasional.

Melalui misi tersebut, Universitas Syiah Kuala berkomitmen untuk menghadirkan akses pendidikan yang lebih inklusif, tata kelola dana yang transparan, serta kemandirian universitas yang berkelanjutan. Kehadiran Dana Lestari USK merupakan wujud kolaborasi nyata antara universitas, alumni, donatur, dan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi.

Bersama, mari kita Peduli, Berbagi, dan Membangun USK menuju universitas kelas dunia.

Pada tanggal 17 Oktober 2023, Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Marwan, secara resmi meluncurkan program Dana Lestari di Gedung AAC Dayan Dawood. Program ini menandai langkah signifikan dalam upaya USK mendukung kemandirian finansial serta memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya di wilayah Aceh.


Dalam sambutannya, Prof. Marwan menguraikan bahwa USK telah menyiapkan dua media utama untuk pengumpulan Dana Lestari. Media pertama adalah melalui rekening induk Dana Lestari, sedangkan media kedua merupakan kolaborasi antara USK dan PT Majoris Asset Manajemen dalam bentuk Reksadana Majoris Syariah Dana Lestari. Kolaborasi ini telah menghasilkan pencapaian yang gemilang, di mana pada tahun 2023, Majoris Syariah Dana Lestari USK berhasil meraih penghargaan dari CNBC Indonesia sebagai yang terbaik dalam kategori Campuran Berbasis Non Saham.


Sejak memperoleh status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH), USK terus melakukan transformasi untuk meningkatkan kualitas dan kemandirian institusi. Peluncuran Dana Lestari merupakan bagian dari transformasi tersebut. Program ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi USK, mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan pemerintah, serta meringankan beban biaya pendidikan bagi mahasiswa. Dari sekitar 7.000 mahasiswa baru yang diterima di USK, sebagian besar berasal dari keluarga yang secara ekonomi tidak mampu. Dari jumlah tersebut, hanya 1.600 mahasiswa yang dapat dibiayai melalui beasiswa KIP-Kuliah, sementara yang layak menerima beasiswa ini sebenarnya mencapai sekitar 2.500 mahasiswa. Keterbatasan ini menyebabkan banyak calon mahasiswa yang telah lulus seleksi akhirnya memilih mengundurkan diri karena ketidakmampuan finansial.


Untuk mengatasi masalah ini, USK telah mengambil langkah menurunkan batas atas Uang Kuliah Tunggal (UKT). Kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu di Aceh. Dengan menurunkan batas atas UKT, USK berharap dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri terbaik Aceh yang memiliki keterbatasan biaya.

Pada tanggal 17 Oktober 2023, Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Marwan, secara resmi meluncurkan program Dana Lestari di Gedung AAC Dayan Dawood. Program ini menandai langkah signifikan dalam upaya USK mendukung kemandirian finansial serta memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya di wilayah Aceh.


Dalam sambutannya, Prof. Marwan menguraikan bahwa USK telah menyiapkan dua media utama untuk pengumpulan Dana Lestari. Media pertama adalah melalui rekening induk Dana Lestari, sedangkan media kedua merupakan kolaborasi antara USK dan PT Majoris Asset Manajemen dalam bentuk Reksadana Majoris Syariah Dana Lestari. Kolaborasi ini telah menghasilkan pencapaian yang gemilang, di mana pada tahun 2023, Majoris Syariah Dana Lestari USK berhasil meraih penghargaan dari CNBC Indonesia sebagai yang terbaik dalam kategori Campuran Berbasis Non Saham.


Sejak memperoleh status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH), USK terus melakukan transformasi untuk meningkatkan kualitas dan kemandirian institusi. Peluncuran Dana Lestari merupakan bagian dari transformasi tersebut. Program ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi USK, mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan pemerintah, serta meringankan beban biaya pendidikan bagi mahasiswa. Dari sekitar 7.000 mahasiswa baru yang diterima di USK, sebagian besar berasal dari keluarga yang secara ekonomi tidak mampu. Dari jumlah tersebut, hanya 1.600 mahasiswa yang dapat dibiayai melalui beasiswa KIP-Kuliah, sementara yang layak menerima beasiswa ini sebenarnya mencapai sekitar 2.500 mahasiswa. Keterbatasan ini menyebabkan banyak calon mahasiswa yang telah lulus seleksi akhirnya memilih mengundurkan diri karena ketidakmampuan finansial.


Untuk mengatasi masalah ini, USK telah mengambil langkah menurunkan batas atas Uang Kuliah Tunggal (UKT). Kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu di Aceh. Dengan menurunkan batas atas UKT, USK berharap dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri terbaik Aceh yang memiliki keterbatasan biaya.

Pada tanggal 17 Oktober 2023, Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Marwan, secara resmi meluncurkan program Dana Lestari di Gedung AAC Dayan Dawood. Program ini menandai langkah signifikan dalam upaya USK mendukung kemandirian finansial serta memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya di wilayah Aceh.


Dalam sambutannya, Prof. Marwan menguraikan bahwa USK telah menyiapkan dua media utama untuk pengumpulan Dana Lestari. Media pertama adalah melalui rekening induk Dana Lestari, sedangkan media kedua merupakan kolaborasi antara USK dan PT Majoris Asset Manajemen dalam bentuk Reksadana Majoris Syariah Dana Lestari. Kolaborasi ini telah menghasilkan pencapaian yang gemilang, di mana pada tahun 2023, Majoris Syariah Dana Lestari USK berhasil meraih penghargaan dari CNBC Indonesia sebagai yang terbaik dalam kategori Campuran Berbasis Non Saham.


Sejak memperoleh status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH), USK terus melakukan transformasi untuk meningkatkan kualitas dan kemandirian institusi. Peluncuran Dana Lestari merupakan bagian dari transformasi tersebut. Program ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi USK, mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan pemerintah, serta meringankan beban biaya pendidikan bagi mahasiswa. Dari sekitar 7.000 mahasiswa baru yang diterima di USK, sebagian besar berasal dari keluarga yang secara ekonomi tidak mampu. Dari jumlah tersebut, hanya 1.600 mahasiswa yang dapat dibiayai melalui beasiswa KIP-Kuliah, sementara yang layak menerima beasiswa ini sebenarnya mencapai sekitar 2.500 mahasiswa. Keterbatasan ini menyebabkan banyak calon mahasiswa yang telah lulus seleksi akhirnya memilih mengundurkan diri karena ketidakmampuan finansial.


Untuk mengatasi masalah ini, USK telah mengambil langkah menurunkan batas atas Uang Kuliah Tunggal (UKT). Kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu di Aceh. Dengan menurunkan batas atas UKT, USK berharap dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri terbaik Aceh yang memiliki keterbatasan biaya.

Majalah Dana Lestari